Rana menghela napas lega setelah berhasil lolos dari orang yang akan menghukumnya jika terlambat. Tadi sungguh menegangkan ketika River berjalan ke tempat di mana dia bersembunyi. Untung saja pria itu tidak menoleh ke belakang sehingga dia dapat lolos hingga berhasil masuk ke ruang penelitian. Lagi pula, kenapa dia sepakat dengan hukuman yang memalukan itu? Hanya karena terlambat, harus meneriaki perasaannya pada River di atap sebanyak 10 kali. Dia seperti sedang dieksploitasi sebagai asisten. Yah, meskipun dia tahu kalau keterlambatan terus-menerus turut andil dalam kesepakatan tersebut. Rana lupa kalau dia bukan berada di kafe minuman kecil yang mana pemiliknya selalu memberi kelonggaran, sebatas ancaman saja agar dia dipecat, padahal sendirinya tidak berniat untuk memecat pegawai yang

