Epilog

212 Kata

Suara yang ramai terdengar dari atas jembatan, bayangan tampak bergerak menjauh secara perlahan seiring suara derap yang semakin memudar. Mereka adalah pasukan bersenjata listrik yang bertugas memeriksa penduduk. Kini sudah beranjak satu tahun, 2089 telah berlalu dalam waktu cepat, hampir memasuki tahun yang baru. Luigi masih ingat jelas kejadian lama itu, melibatkan seorang anak yang menderita di dunia. Kepala yang berusaha mengintip dari bawah jembatan ditarik kembali untuk mencapai teduh. Luigi bisa memastikan kalau orang-orang itu sudah pergi. Dia bersandar ke sisi jembatan, mengisi perut dengan makanan yang didapatkannya dari seorang penduduk. Itu adalah ubi rebus yang ditanam secara sembunyi-sembunyi. Dia tidak menyangka jika akan menikmati makanan yang entah punah sejaka kapan di

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN