Rana tidak membiarkan kedua pipinya mengempis. Dia sangat kesal mengenai pizza yang sisanya diberikan pada tetangga mereka, padahal dia sudah sangat menantikan makanan yang berasal dari bumi. Jika bukan karena River yang mendesaknya, pasti dia dapat mencicipi pizza itu. "Kau tidak akan pergi ke ruang penelitian? Biasanya pada jam segini kau akan pergi dengan tergesa." Rana bangkit dari baringannya, lalu beranjak pergi dari kamar tanpa menanggapi dengan kata-kata peringatan sang kakak. Dia sudah bangun sejak tadi sebenarnya, sudah bersiap-siap pula untuk bekerja, akan tetapi enggan menemui River. Sekarang dia harus menghadapi pria yang telah merusak suasana hatinya. Pria itu seperti biasa sibuk bersama penelitiannya mengenai Stardust. Dia tidak melihat Luigi yang pada dasarnya sepakat un

