Ternyata Rana tertidur sampai langit tidak lagi terang. Dia yang sengaja berbaring di rumput menggunakan teropong untuk memantau. Tidak dikira jika lampu di ruangan sang profesor sudah mati. Gedung penelitian juga berubah sepi. Dia harus pulang sekarang sebelum Shaw menemukannya lagi. Pada akhirnya, penantian panjangnya berakhir sia-sia. Rana tidak berpikir kalau mereka akan bertemu kembali. Jika tahu begini, kenapa dia tidak merampas kartu nama itu saja dan berlari seperti orang gila untuk keluar dari gedung? Dia tidak perlu memikirkan tentang orang-orang yang menilai, karena sudah hidup sebanyak dua kali, pertama di masa kini dan kedua di masa depan. Esok paginya Rana bangun lebih cepat dari biasa. Dia baru saja selesai berkeramas dan rambutnya setengah kering. Aroma yang manis telah m

