Xi Er mendatangi aula utama di mana Robert Ye memintanya datang secara mendesak. Wanita tua itu menyimpan pertanyaannya hingga bertemu dengan suaminya itu. Hanya ada mereka berdua di dalam aula yang berkapasitas besar, terlebih suasana sangat hening di malam yang cukup larut itu membuat Xi Er merasakan firasat buruk atas tujuan pria penguasa itu menemuinya malam ini. Robert Ye menunggunya, pria tua itu duduk di kursi kebesarannya dan begitu melihat kehadiran istrinya, ia segera turun dan menghampirinya. “Suamiku, urusan apa yang membuat mu memanggilku tengah malam kemarin? Apa ini masih tentang Putra kita, Chen Ye?” tanya Xi Er sedikit bisa menebak apa yang ada di dalam pikiran suaminya itu. Helaan nafas kasar Robert Ye semakin mempertegas bahwa tebakan Xi Er barusan benar. Pria itu meng

