Keduanya menjadi kikuk, tak ada satu pun yang bersuara setelah keceplosan itu terdengar. Ye Lily merutuki dirinya yang sembarangan bicara, kini ia memutar otak untuk mempertanggung jawabkan apa yang dikatakannya. “Maksudku ... Ng ... Aku mencemaskan kak Lin Xiang, sudah ada kejadian seperti ini, mengapa kakak masih membiarkan dia tinggal di sana?” bola mata Ye Lily berputar, begitu kentara bahwa ia sedang panik sekarang namun tidak mau mengakui perasaannya. Ia tetap berusaha mengalihkan pembahasan agar Tian Lu tidak lanjut mempertanyakan apa yang dikatakannya tadi. Tian Lu tersenyum tipis, mencoba mengerti perasaan seorang gadis sekelas nona muda itu yang terlalu frontal menyatakan perasaan. “Tuan muda kedua sudah mengirimkan pengawal andalannya ke sana. Dipastikan bahwa keselamatan nona

