“Tuan muda, aku belum pernah melakukan semua ini ... aku mohon jangan lakukan ini padaku ....” Lirih Pei Fang dengan tangisan yang semakin menjadi jadi, ia tak segan kembali berlutut saking mengiba belas kasihan pria muda itu agar tak tega menyentuhnya. Namun apa yang terjadi, justru posisi yang setengah bugiil itu membuat Chen Ye meliarkan imajinasi kotornya. Ia semakin tergiur melihat pose yang Pei Fang lakukan sehingga sontak tangannya meraih belakang kepala gadis malang itu lalu mendorongnya ke depan dengan keras hingga Pei Fang terantuk ke bagian perutnya. Tanpa belas kasihan sama sekali, ia malah menatap dengan sorot mata nakal, suara tangisan Pei Fang pun terdengar kian membumbungkan hasratnya untuk menyentuh sekaligus menyiksa. “Buka punyaku!” Perintah Chen Ye mengacu pada pakaian

