Orang-orang yang kian banyak berdatangan sontak membuat Chen Ye tergeragap. Semula ia berpikir bahwa keberuntungan sudah berpihak kepadanya, tetapi ketika sedikit lagi ia berhasil menghabisi nyawa Ayah kandungnya sendiri, justru satu persatu halangan bermunculan. Dan kini orang yang tak ingin Ia lihat malah menampakan diri. Ia akan kehilangan wibawanya jika terlihat dengan mata kepala salah satu saudaranya bahwa tengah berusaha menghabisi ayah mereka. “Tangkap tuan muda pertama!” pekik Liam Ye yang tak bisa mentolerir kelakuan saudara kandungnya itu. Apa yang dilihatnya saat ini sudah cukup jelas membuktikan bahwa kakak pertamanya sedang berusaha untuk mencelakakan ayah mereka. Chen Ye mengangkat kedua tangannya, berpose seakan ia telah menyerah. “adik kedua, kamu harus mendengarkan a

