Seperti biasa, mobil yang mengantarkan Ye Lily ke kampus diminta berhenti agak jauh dari area kampus. Tian Lu tak mengerti apa yang diinginkan Ye Lily, gadis itu tidak memberinya aba aba. Ia terus memperhatikan Ye Lily yang tengah menyiapkan tasnya kemudian membuka pintu mobil. “Nona muda menyuruhku berhenti di sini saja, ini kesepakatan yang berlaku sejak kemarin. Segera susul dia!” Ujar supir itu yang tampak mengerti kebingungan Tian Lu. “Oh begitu ... Baiklah terima kasih tuan.” Jawab Tian Lu seraya menyambar tasnya dan ikut turun dengan cepat. Ia menutup pintu mobil sambil melihati jejak nona muda itu yang ternyata berdiri di dekat pohon demi menunggunya. Gadis itu memberinya senyuman yang begitu manis, sederet gigi yang putih dan rapi sebagai pelengkap kecantikan alamiahnya.

