A Mei merasa seperti orang yang linglung, baru pertama kalinya ia melihat orang yang begitu nekad mengakhiri hidupnya. bahkan sebelum melakukan semua itu, orang itu sempat meminta sesuatu kepadanya. Ia masih belum bisa menenangkan dirinya, meskipun kini tabib tengah berupaya keras menyelamatkan nyawa Pei Fang, tetap saja ia tak bisa tenang sebelum melihat gadis pelayan itu sadarkan diri dan dinyatakan selamat dari maut. Di tangan A Mei masih tersimpan secarik kertas peninggalan Pei Fang yang ia temukan tak jauh dari tubuh gadis pelayan itu. sedikit ternodai oleh darah, namun berhasil ia amankan. ‘Aku perlu waktu sendiri untuk membacanya. Pasti ada sesuatu yang ia tuliskan, mungkin itu alasan mengapa ia berani bertindak nekad. Ya ... aku harus mencari cara untuk menyendiri dan membacanya

