Tian lu tidak menyadari sudah berapa jauh ia melangkahkan kakinya, yang ia tahu hanyalah menuruti kata hatinya untuk mencari ketenangan demi mendapatkan pikiran yang lebih jernih. Potongan adegan ketika ia berlaga melawan Xiao Feng masih terus meresahkannya. Terlalu sulit bagi Tian Lu untuk menerima kenyataan jika memang seseorang yang telah menolongnya di masa kecil ternyata adalah Ye Lily. “Tidak mungkin! Jika itu memang dia, apa mungkin secepat itu dia bereinkarnasi? Mana mungkin ia tidak mempunyai bayangan sedikitpun tentang aku?” Begitu Tian lu mengarahkan perhatiannya pada sekeliling, baru ia sadari bahwa ia sudah sampai di depan rumahnya. Sebuah tempat yang sesungguhnya tidak layak disebut rumah, atau mungkin lebih pantas dikatakan sebagai gubuk. Tian Lu membiarkan pintu kayu tempa

