“kamu jangan keterlaluan! Bagaimanapun aku ini ayahmu, lepaskan aku!” Ronta Robert Ye yang kini tertatih menghindari amukan putranya itu. Tubuh rentanya merasa kesakitan namun terus dia paksakan agar tidak menjadi sasaran kekerasan dari putranya. Chen Ye tersenyum bengis, tampaknya ia tidak akan mengindahkan permohonan dari ayahnya itu. “keterlaluan kata ayah? Apa Aku sungguh keterlaluan? Tapi sepertinya aku mencontoh apa yang Ayah lakukan. Ayah juga keterlaluan, mengapa harus bertindak pilih kasih terhadap salah satu anakmu? Padahal jelas-jelas aku adalah anak pertama dan yang paling berhak untuk mendapatkan hak ahli waris keluarga ini. Tapi mengapa ayah justru mempertimbangkan dia sebagai ahli warisnya?” bentak Chen Ye yang suaranya mulai meninggi saking emosinya. “Siapa yang kamu m

