Hancur

1787 Kata

“Ingat, kalau kamu melakukan kebodohan lagi. Aku tidak akan memakainmu lagi. Jangan berpikir kalau aku tidak bisa mengganti kamu, masih banyak yang bersedia dan lebih becus bekerja.” Peringatan keras dari orang suruhan itu masih terngiang jelas dalam benak Pei Fang. Kesempatannya semakin terbatas, keberuntungannya tengah dipertaruhkan. Ia tidak boleh gegabah lagi atau semuanya akan hancur, bukan hanya nyawanya saja yang dipertaruhkan namun keluarganya. Gadis itu menguatkan tekad, mengepalkan satu tangannya dan mulai menaburkan kembali serbuk putih yang ia campurkan ke dalam segelas obat cair hasil rebusan A Mei. Ini kali kedua ia memberikan dosis sesuai yang dianjurkan oleh si peracik resep. Senyum Pei Fang mengembang lebar, puas karena yang pertama tampaknya berhasil tanpa menimbulkan k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN