"Ibu tidak boleh terlalu banyak berpikir, Dek Sari." Jika Kania tidak masuk ke dalam kehidupan Fawwaz dan keluarganya semua tidak akan terjadi. Setidaknya begitu yang dia pikirkan. "Beliau harus bahagia." Gadis itu telah merampas kebahagiaan seorang ibu. Hingga sosok ringkih yang telah melahirkan Fawwaz kini terbaring lemah di rumah sakit. "Sha, tolong usir perempuan pembawa s**l ini!" Kania menghela napas, dengan langkah gontai dan hati yang hancur gadis itu pergi ke suatu tempat. Keputusannya sudah bulat, dia seharusnya tidak pernah menerima lamaran keluarga Bagus Abdullah. Semua akan baik-baik saja jika dia tidak hadir di kehidupan mereka. Berada di rumah, menunggu pengumuman hasil ujian CPNS, dan hidup bahagia bersama sang ayah yang semakin hari semakin bertambah tua. Gadis itu

