“Zaaaa, kenapa kamu belum bangun?” ucap Jonathan pelan, sejak operasi kemarin keadaan Eliza semakin memburuk bahkan belum sadarkan diri, dokter mengatakan Eliza koma setelah selesai operasi, meskipun sudah di pindah ke kamar inap, mereka hanya diizinkan bergantian untuk masuk melihat Eliza yang terbaring lemah ditempat tidur. “Apakah kamu ga pengen lihat anak kita Za? Kamu ga kangen lihat aku?” ucap Jonathan, ia mencium lembut tangan Eliza, air matanya pun tak lagi mampu ia tahan, ia biarkan mengalir begitu saja air matanya. “Bisakah aku meminta pada Allah untuk menggantikan kamu Za, aku sakit melihat kamu seperti ini” ucap Jonathan sedih. “Percayalah Eliza akan baik-baik saja Jo” ucap Julian mengusap lembut pundak Jonathan, ia tahu apa yang dirasakan oleh Jonathan tidaklah mud

