“Bagaimana pekerjaan kamu? Lancar?” tanya Imron. “Alhamdulillah lancar Bah” ucap Hakim. “Tumben kamu datang sepagi ini sendiri pula, biasanya bareng dengan Ali dan Ririn” ucap Imron. “Silahkan diminum nak Hakim” ucap Sitihawa meletakkan 2 gelas the hangat kepada mereka berdua. “Ada yang ingin saya sampaikan kepada Abah dan juga Umi, dan rasanya tidak etis jika saya membawa mereka” ucap Hakim tersenyum, Imron pun sudah mengerti dengan maksud Hakim, namun ia hanya ingin melihat dimana keberanian pria dihadapannya itu yang selama ini ia sudah mendengar bahwa pria itu begitu menyukai anak bungsunya itu. “Silahkan, Umi disini saja, lagian Syafa sudah pergi ke butik tadi” ucap Imron, Sitihawa pun menuruti keinginan Imron dan duduk disampingnya. “Begini Bah, Umi, mungkin s

