Pada akhirnya semua orang akan menemukan kebahagiaannya masing-masing, terlepas dari semua masalah yang ada, semua akan terlewati seiring berjalannya waktu, tinggal kita yang menentukan, kita ingin melewatinya atau berhenti. “Apa kamu bahagia?” tanya Panji kepada Aurel. “Belum” ucap Aurel. “Kenapa? Bukankah setiap hari aku melihatmu tersenyum” ucap Panji. “Memangnya, bahagia itu seperti apa? Apakah semua kebahagiaan harus digambarkan dengan senyuman dan apakah semua kesedihan digambarkan dengan sebuah tangisan? Aku rasa tidak, kita bisa berpura-pura tersenyum padahal hati sedang sedih, kita juga bisa menangis padahal hati kita sangat bahagia, iya kan?” ucap Aurel tersenyum. “Kamu benar, ga ada yang tahu defenisi bahagia itu seperti apa aslinya” ucap Panji. “Aku hanya bersyukur bahwa

