Jonathan masuk ke kamarnya, ia melihat Eliza sedang membereskan barang-barangnya yang masih tersusun di dalam kardus, ia pun masih diam sejak tadi. Jonathan menghela nafas dan duduk disamping Eliza yang terlihat begitu sibuk. “Zaaa” panggil Jonathan pelan memegang tangan Eliza. “Iya Masss” ucap Eliza lembut, ia sudah tidak lagi marah dengan Aurel, ia hanya ingin menenangkan hatinya. “Mas minta maaf ya” ucap Jonathan. “Minta maaf untuk apa?” tanya Eliza sembari menyusun bajunya ke dalam lemari. “Maaf untuk sikap Aurel tadi, Mas tau kamu tidak nyaman dengan kehadiran dia bahkan sikapnya yang terlalu seenaknya masuk ke rumah ini, Mas juga ga tahu kalau dia masih sering datang kerumah ini bahkan saat almarhum sudah tidak ada” ucap Jonathan, Eliza pun tersenyum. “Iza sud

