Aska memutuskan untuk meninggalkan pemakaman omanya pukul lima sore, dia mengemudikan motornya ta tentu arah pikirannya sangat kacau sekarang dia sangat terpukul dan kondisi tubuhnya juga tidak memungkinkan. Tapi untuk saat ini dia tidak mau kembali kerumah papanya dia bertekad akan membuka lemabaran barunya dia akan berusaha untuk mencukupi kehidupannya sendiri. Di pertigaan Aska bukannya mengurangi kecepatannya malahan menambah kecepatannya hingga dia tidak tau kalau ada orang yang menyabrang alhasil dia mengerem mendadak motornya dan menabrak orang itu. Aska panic dia buru buru meminta tolong kepada orang yang lewat untuk membantunya membawa orang itu ke rumah sakit. Aska sungguh tidak menyangka kenapa hari ini sangat menguras emosinya seperti ini kehilangan neneknya sudah cukup m

