Beberapa hari kemudian, Arya tidak pernah menemukan gadis itu lagi. Dan kesepian yang Arya rasakan muncul kembali, wajah-nya yang sempat ceria kini kembali murung. Hanya gadis itu yang selalu terbayang dipikiran Arya, padahal ia sama sekali tidak mengenal-nya. Disaat Arya telah merasakan hangat sebuah senyuman tulus dan sekarang harus kehilangan rasa itu, rasa nyaman dan menenangkan hati-nya. Ditambah semua santri mulai membicarakan sosok Arya yang aneh dan misterius. Membuat dirinya menjadi nekat. Ia berencana untuk mencari gadis tersebut diluar pesantren, lalu setelah sampai dipagar pembatas. "Aku harus cari rumahnya, aku harus kenal dengan dia, pasti dia tinggal disekitar sini, aku mau berteman dengannya" gumam Arya untuk menyakinkan dirinya sore itu. Setelah memperhatikan keadaan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


