Part 65

1791 Kata

Pintu apartement terbuka, Raiza masuk ke sana dengan membawa Crisy yang terlelap di dalam gendongannya. Sepatunya ia lepaskan dan menggantinya dengan sandal ruangan. Kini tungkainya berderap menuju lantai dua. Raiza menurunkan Crisy dengan sangat hati-hati. Membantunya mendapat posisi yang nyaman dalam tidurnya. Raiza melepaskan sepatu yang dikenakan wanitanya. Ditatapnya wajah wanita itu dengan sendu. "Kenapa kau harus mengalami semua ini, Cris? Padahal kau selalu besikap baik pada semua orang." Jemarinya merapikan poni sang wanita yang sedikit berantakan. Helaan napas terdengar berat, menunjukkan sisinya yang rapuh yang coba disembunyikannya dari semua orang. Langkah kakinya pun berderap menjauh. Seiring tungkai yang melangkah turun, netra Raiza terfokus pada layar ponsel yang menyala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN