Tangan Devandra mengusap lembut wajah Crisy. Senyum manis mengembang di sudut bibir ketika akhirnya berhasil membawa Crisy terlelap dalam pelukannya. Ia sangat merindukan moment itu. Di mana dirinya bisa menghirup sebanyak mungkin aroma yang begitu dirindukannya. Helaian rambut halus Crisysian sudah tersampir ke belakang telinga membuat Devan bisa lebih leluasa mengamati wajah cantik itu. "Aku akan mengembalikan bobot tubuhmu. Kali ini kau terlalu tirus," bisik Devandra, lalu menarik kepala sang gadis dalam pelukannya. Ia membiarkan tangannya kebas karena dijadikan bantal. "Dev!" jerit Crisy tiba-tiba. Gadis itu menengadah menatap Devan dengan raut kebingungan. "Kau sudah sadar? Dan kenapa aku bisa ada di sini?" "Sudah bangun?" tanya Dev, sembari menyentuh pipi Crisy dengan berani. Seny

