Dua orang itu saling diam. Raiza memakai pakaian dengan perasaan hancur. Sementara Crisy mengemas pakaian tanpa menoleh ke arahnya sedikit pun. Bibirnya mengatup bisu. "Cris, aku tahu bagaimana kecewamu pada keluargaku. Tapi sekarang ayah sedang ...." "Aku sudah memaafkannya tapi aku tak akan pernah menemuinya," tegas Crisy membuat Raiza kembali bungkam. Ia sangat paham pada keputusan wanita itu. Semua memang salah keluarganya. Mereka sudah sangat keterlaluan. "Kalau begitu, ayo kita lanjutkan perjalanan ke Korea." Kali ini Crisy yang terdiam. Rasanya tak percaya kalau Raiza lebih memilih dirinya ketimbang ayahnya yang mungkin sedang sekarat. Apakah sekarang ia telah menjadi begitu durhaka hingga memisahkan ayah dan anak itu? "Kita akan ke Korea dan kembali ke Inggris setelahnya." Ra

