"Za, hentikan!" Bersusah payah Crisy menolak suaminya yang menyusup di ceruk lehernya ingin membangkitkan gairahnya kembali. Pria itu tak pernah puas jika sudah mendapatkan tubuhnya. Jika tak benar-benar kelelahan, ia akan terus menyerangnya. Namun, berapa kuat pun Crisy menolak, ia akan selalu kalah. Tubuhnya selalu mengkhianati otaknya. Tubuh sialannya selalu saja meminta sentuhan yang lebih ketika Raiza menyentuhnya dengan gairah. Lengkingan dan desahan pun kembali mengudara dalam ruangan itu. Tubuh keduanya lengket bermandikan keringat. Napas terengah dengan kondisi ranjang yang mengenaskan. Crisy berteriak frustasi dalam hempasan asmara suaminya. Begitupun Raiza yang mengerang dengan mata terpejam melampiaskan seluruh hasratnya yang tak tersalurkan selama hampir dua minggu. Ia te

