"Raiza ... a-aku ...." Raiza mendecak kesal. Ia berlalu meninggalkan gazebo itu, menimbulkan kepanikan di dalam hati Crisy. Dengan hati-hati Crisy menurunkan kepala Devandra dari pangkuannya. "Za, tunggu Raiza." Dikejarnya pria itu sampai di ruang utama. "Raiza." "Apa? Apa yang coba kau tunjukkan padaku Crisysian Valenci?" geram Raiza. Ia menghela napas. "Kau ingin buktikan padaku kalau kau bisa membalas perlakuan Valeri padamu?" "Bukan begitu aku hanya ...." "Kau menolakku, tapi malah tinggal dengan tunangan orang lain. Kehidupan seperti inikah yang kau harapkan?" "Za ...." "Aku tahu aku tak sehebat Devandra tapi pantaskah kau merendahkan diri seperti ini. Jika ingin tinggal dengannya setidaknya pastikan dulu dia melepas cincinnya!" bentak Raiza membuat Crisy menunduk. Gadis itu m

