Seperti katanya tadi pagi, setelah membahas semua hal penting dengan Devan dan Hana, Raiza pun menjemput istrinya ke rumah ayah dan ibunya. Hal pertama yang dilihatnya saat turun dari mobil adalah Crisy yang baru saja keluar dari pintu utama. Crisy menoleh padanya, dan melambaikan tangan dengan wajah ceria. "Bahagia sekali, apa ada sesuatu yang aku lewatkan?" "Tentu saja, kau melewatkan banyak hal, diantaranya, aku yang mendapat angpao dari ayah." "Benarkah? Boleh kulihat berapa isinya?" "Isinya unlimited," bisik Crisy dengan senyum menggemaskan. Sambil mengacungkan blackcard di tangannya. "Huaah, ayah pilih kasih, aku harus mencarinya. Aku harus bekerja mati-matian untuk mendapatkan benda itu, sedangkan kau hanya cukup menjadi ibu dari anakku. Padahal aku yang capek-capek mebuatnya."

