Zee menyerahkan piala yang sudah dibungkus ke kepala sekolah. "Zee kami bangga dengan prestasimu" "Terima kasih, pak" "Gak diumumin lagi?" Zee mengangguk "Maafin saya ya pak" Tinton - Kepala Sekolah tersenyum maklum. Bel berbunyi tanda masuk. Zee pamit dan keluar dari ruang kepala sekolah, Zee melihat koridor arah kelasnya dipenuhi cewek-cewek yang suka usilin dia. Entah kenapa Zee malas berdebat. Zee memilih memutar melewati kelas Brian. Agar sampai kelasnya sebelum guru masuk, Zee berlari dan bruk. Zee terjatuh di depan kelas Brian "Aduuhh" Zee berteriak Brian, Novri, Delon dan yang lainnya keluar. Novri melihat ada cairan licin, seperti minyak di dekat pintu yang membuat Zee jatuh. "Siapa yang naro minyak disini?" Tanya Novri geram. Brian dan Delon membantu Zee berdiri. Zee

