Suasana di rumah duka sangat tenang, terlihat sunyi dan juga sepi. Bagaimana tidak, bibi Wati memang sudah tidak memiliki keluarga lagi selain Sia. Selama ini wanita peruh baya itu tengah mencari anaknya yang kabur dari rumah dan bekerja di Surabaya. Namun, hingga ajal menjemputnya ... wanita itu masih belum bisa bertemu dengan anak kandungnya. Mata Sia terlihat sembab ,ia menangis semalaman karena bibi Wati adalah orang yang selalu menemaninya selama ini. Sia sudah menganggap wanita itu sebagai ibunya sendiri, sayangnya bibi Wati selalu menolak jika Sia menyuruhnya untuk tinggal di apartemen miliknya. Wanita itu selalu beralasan saat Sia memaksanya. Kini tidak ada lagi orang yang akan Sia paksa untuk tetap tinggal di apartemennya. Ana yang baru saja mengenal bibi Wati , ikut bersedih de

