Elvano berada di depan pintu ruang operasi, wajahnya terlihat begitu khawatir. Lelaki itu hanya seorang diri di sana, duduk memijat keningnya dan berusaha untuk tetap tenang. Seseorang tengah duduk di samping Elvano, ia menepuk bahu lelaki itu dan berkata untuk tetap tenang. Elvano hanya mengangguk menanggapi orang itu. "Apa ia akan baik-baik saja, Sa?" tanya Elvano pada Raisa. "Sia adalah wanita yang kuat, meski ia terlihat sedikit manja, tetapi ia tidak pernah menyerah untuk hidupnya," jawab Raisa. "Jika harus memilih, selamatkan Sia. Aku tidak bisa jika harus kehilangan istriku," ujar Elvano. "Tim dokter di sini sedang berusaha untuk menyelamatkan keduanya, kau harus tenang. Berdoa untuk keselamatan keduanya," ujar Raisa. "Kenapa aku bisa begitu bodoh!" maki Elvano pada dirinya sen

