285

1369 Kata

Semua orang memandang ke arah gadis yang sudah bersimbah darah tergeletak di bawah. Teriakan histeris karena panik dan cemas sudah memenuhi pelatan kafe itu. Radit juga berdiri untuk emlihat apa yang sedang etrjadi karena banyak orang mengumpul di depan. "Ada apa?" tanya Vera yang bingung melihat kecemasan Radit dan Vera pun menoleh ke belakang sambil melihat keramaian di luar kafe tempat mereka nongkrong. Perasaan Radit juga jadi tak menentu dan menatap ponselnya yang sudah mati sejak tadi tanpa ia ketahui karena sibuk bicara dengan Vera. "Duduk aja. Gak usah mikirin begituan. Biar aja udah banyak orang juga. Lagi pula lihat tuh tulisan di depan, kalau di lepas, istri bocil kamu itu bisa ngambek tujuh hari tujuh malam," ucap Vera mengejek lalu tertawa keras. Radit mengangguk kecil da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN