346

1134 Kata

Lio menjatuhkan diri disamping Rachel dan merebahkan tubuhnya sambil memejamkan kedua matanya. Pusing sekali rasanya kepala ini. Lio tak menatap Rachel lagi, hatinya kecewa sekali. Seharusnya ini jadi moment indah untuk pelepasan sebelum kembang api dan petasan saling berebut untuk dinyalakan. Rachel bangun dari ranjang dan mencari piyama dilemari untuk menutup tubuhnya yang telah tersentuh oleh suaminya. Rachel juga tak kalah nyesek. Sentuhan jari -jari, belaian dan permainan lidah Lio begitu hangat dan membuat tubuhnya bergetar kegelian. Ingin diulang lagi, lagi dan lagi. Rachel meraih gagang pintu dan membuka pintu kamarnya lalu menatap Ziel yang berdiri didepan Rachel dengan tatapan begitu sedih. Rachel melongo ke arah luar kamar, namun terasa sunyi dan begitu hening. Kenapa rasanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN