Tak berselang lama, Lio datang ke ruang makan dan memecah keheningan dengan senyum merekah penuh kepuasan. Ketiga lelaki itu saling terdiam menikmati minuman hangatnya masing -masing. Abigail saja sampai tidak kembali naik ke atas untuk mengantarkan s**u istrinya karena terjebak dengan pembicaraan tidak ada akhlak dengan Papa Mertuanya dan Kakak iparnya. "Se -selamat pagi semuanya ... Kok diem? Udah pada ngumpul lagi? Dari tadi?" tanya Lio penuh semangat. Lio membuka minuman sachet teh tarik dan menyeduhnya dengan air panas lalu ikut duduk bergabung dengan yang lainnya. Sruuuuuuupppp ahhhh ... Gaya Lio yang sedang menikmati kopi sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah. Lio menatap satu per satu orang yang ada di meja makan. Papa Rey, Kak Radit dan Abigail. "Pagi Kak Lio," ucap A

