Rachel menatap langit -langit kamar motel. Dua bola matanya yang hitam terpaku menatap lampu hias kamar yang tak menyala. Kristal lampu itu nampak indah terkena sorot cahaya lampu dari luar. Tubuhnya yang langsing terbalut selimut tebal dan punggungnya bersandar pada dua tumpukan bantal. Rachel melirik sekilas ke arah Lio yang pulas tertidur dengan tangan merangkul pinggangnya dari dalam selimut. Hembusan napas Rachel membuat tidur Lio sedikit terganggu. "Kenapa gak tidur? Memang kamu gak lelah? Hemm ..." tanya Lio dengan kedua mata lekat menatap Rachel. Tangan kirinya menyentuh pipi Rachel yang terasa begitu dingin karena AC. "Aku belum ngantuk, Sayang," ucap Rachel begitu singkat dengan kedua mata terus menatap ke arah kaca besar yang menampilkan pemandangan indah di malam hari. "Ada

