325

1060 Kata

Ziel duduk diam dikursi depan samping Roger dengan sabuk pengaman yang telah melekat di tubuhnya. Pandangannya lurus ke depan sambil otaknya berpikir bahwa ini bukan jalan pulang menuju apartemennya atau tempat kerja Rachel. Sesekali Ziel melirik ke arah Roger yang terlihat serius menatap jalanan yang akan dilalui sambil membaca plank nama jalan yang tertera besar di sepanjang jalan seperti papan reklame. "Om ... Kita mau kemana?" tanya Ziel mulai memberanikan diri bicara. "Ekhemmm ... Ehh iya sampai lupa. Om mau bilang. Ziel ikut Om dulu ya, Om ada acara penting," ucap Roger tanpa rasa bersalah. "Ta -tapi Om ... Nanti Mama pasti bingung cari Ziel," ucap Ziel begitu polos. Ia tahu, pasti Mama Rachel akan panik mencari Ziel jika Ziel tak ada. Karena dulu Ziel pernah menggoda Rachel. Saa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN