Abigail sudah berjalan menuju sekolahnya dan Zia ikut berjalan di belakang Abigail dengan sedikit ketinggalan. Langkah Abigail begitu lebar dan sangat cepat, sedangkan Zia? Langkahnya kecil dan pelan seperti siput. Zia mencoba untuk tidak berteriak dan mengeluh terhadap situasi apapun. Bagi Zia, ini adalah suatu perjuangan dan pengorbanan. Jangan sampai Abigail semakin ilfil terhadap dirinya hanya karena Zia berteriak dan mengeluh denagn nada manja. Toh, Zia yang ingin ikut sendiri bukan Abigail yang mengajak. Napas Zia sudah memburu sambl setengah lari mengejar Abigail yang sudah ada di sisi jalan hendak menyebrang jalan di tempat seharusnya. Ya, Amerika adalah negara yang tertib sekali. Keringat Zia sudah mengucur di dahi dan di samping wajahnya melewati telinga yang akhirnya turun menu

