Telepon Abigail baru saja membuat suasana hati Dara kembali baik. Tadi, Dara sempat merasa tidak baik -baik saja. Ada gugup, cemas, takut, panik, khawatir akan lomba besok. Ditambha lagi, Puspa memberikan informasi buruk pada Dara hingga membuat Dara semakin bingung, penasaran dan malah menjadi kepikiran soal Dimas dan Vidi. Hari ini, Dara berjanji tidak akan menelepon Dimas, begitu juga sebaliknya. Keduanya tidak ingin saling mengganggu dulu hingga lomba olimpiade matematika ini selesai. Untung saja, ada Abigail, lelaki baik yang sejak dulu selalu menjadi dewa penyelamat bagi Dara. Kenapa? Sampai saat ini Abigail masih menjadi Dewa nomor satu yang membuat hati Dara semakin tenang. "Ekhem ... Ngelamun aja. Belajar buat besok. Besok Kak Lio antar dan Kak Lio mau noton lombanya dari awal s

