Perkenalan! Ini hal yang paling menyebalkan dalam hidup Dira. Beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan teman -teman baru yang ia anggap tidak selevel dengan dirinya. Bukan merendahkan, tapi memang keadaannya begitu. Dari gaya bahasa juga, Dira harus mulai fasih menggunakna bahasa indonesia padahal lidahnya sudah keriting menggunakan bahasa inggris. Setelah perkenalan, Wali kelas Dira menyuruh Dira untuk duduk di kursi yang masih kosong. Tepat disamping Sultan. "Kamu duduk disana dekat dengan Sultan," titah Wali Kelasnya itu pada Dira. Dira mengangguk dan berjalan meneuju tempat duduknya. "Haiii ... Namaku Sultan, cita -citaku memnag akan menjadi seorang sultan. Akhirnya aku menemukan puterinya, yaitu kamu," ucap Sultan denagn bahasa yang medok dan attapan lebay membuat Dira menggelengk

