Zanna terduduk dan hanya bisa terdiam menikmati kota London dari atas kamarnya melalui jendela yang selalu di kunci rapat. Beberapa hari yang lalu ia sudah keluar dari tempat rehabilitasi agar tidak lagi kecanduan obat haram. Kondisinya sudah semakin membaik, kandungannya juga terpantau sehat. Tatapan Zana tajam ke arah banyak orang yang terlihat bebas dan bahagia. Tapi tidak dengan dirinya yang malah membuat hancur hidupnya sendiri. Tangan Zanna terkepal erat dan rasanya ingin memukul seseorang yang amat di bencinya sampai hari ini. Zanna ingat betul betapa bodohnya ia sellau mau di ajak minum -minuman keras dan akhirnya mabuk hingga lupa segalanya. Zanna hanya ingat setiap kali ia bangun, tubuhnya sudah polos tanpa pakaian di sebuah kamar yang di sewa seseorang tak lain Novan, kekasihny

