Ketika memulai hubungan dengan Samudera, tujuan Allegra hanya satu, jadi bahagia. Dia tidak pernah berpikiran muluk-muluk karena belajar dari pengalaman bahwa ekspektasi tak pernah sama dengan realita. Dia hanya ingin menjalani sesuai alur. Mengalir seperti arus sungai yang tenang. Salah satu hal yang tak pernah Allegra bayangkan adalah dilamar oleh Samudera. Allegra tak pernah membayangkan sampai sejauh itu. Dia hanya mau bahagia. Dan setelah menghadapi Samudera dan lamarannya begini, Allegra merasa bahagia. Saking bahagianya, Allegra sampai tidak bisa berkata-kata. Samudera menyodorkan cincin pada Allegra. Dia berlutut di atas satu kakinya. Persis seperti seorang pangeran yang melamar seorang putri. Allegra selalu menganggap adegan begini di film-film itu norak. Tapi siapa sangka kala

