Perempuan Biasa

2036 Kata

Hari yang Allegra tunggu akhirnya tiba. Tepat satu hari sebelum masuk sekolah, ujian seleksi beasiswa sekolah penerbangan yang Allegra mau dilaksanakan. Allegra menatap dirinya di cermin. Memastikan kemeja putih dan rok hitam selututnya terpasang dengan sempurna. Begitu juga dengan rambutnya yang digelung di atas kepala. Allegra keluar dari kamarnya setelah merasa penampilannya sudah rapi. Dia lalu mengambil sepotong roti yang dibuat Mama dan memasukkannya ke dalam mulut sekali lahap. "Semoga berhasil, Le," kata Mama. "Kerjain soalnya jangan buru-buru." Allegra mengangguk. Dia memasang sepatu hitam di kakinya yang sudah dibalut kaos kaki putih dan berdiri di depan pintu rumah, menunggu Papa mengeluarkan motor dari garasi. Akan tetapi setelah lima menit menanti, bukannya muncul dari ga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN