Orang Ketiga

1220 Kata

Dengan bersenandung kecil, Nindy mengeluarkan beberapa buah dari lemari pendingin. Dia tampak senang hari ini. Meskipun jadwalnya padat karena harus mengurus Raka tapi pria itu jarang memanggilnya akhir-akhir ini. Itu karena keberadaan Maya di sampingnya. Keberadaan wanita itu sedikit membuat Nindy tenang karena Raka tidak lagi mengganggu ketenangannya. "Ngapain, Nind?" tanya Dodit yang masuk ke dapur kantor dan mulai mengambil cangkir. Sepertinya pria itu akan membuat kopi. "Potong buah, Mas. Buat sarapan Pak Raka." "Tumben, biasanya sarapan di rumah." "Tadi aku berangkat sendiri." Nindy mendekat dan berbisik, "Pak Raka berangkat sama Mbak Maya tadi," lanjutnya. "Mereka balikan?" Nindy mengangkat bahunya pelan, "Kayaknya iya, mereka lengket banget kayak upil sama tembok." Dodit ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN