Nindy mengintip ruang rapat yang terlihat sangat ramai. Dia menghela napas kasar dan memainkan tangannya gelisah. Apa yang sebenarnya Raka rencanakan? Nindy tidak tahu jika ia harus mempresentasikan desain yang ia buat di depan semua karyawan. Bayangkan saja, semua karyawan. "Nind, semangat ya." Tomi menyemangatinya dan berlalu masuk ke ruangan. Nindy mendengkus dan berjalan ke sana-ke mari dengan gelisah. Dia hanya asisten dan karyawan baru di sini. Bagaimana bisa Raka meminta seluruh karyawan untuk melihatnya? Sepertinya Nindy tahu apa yang akan pria itu lakukan. Raka sengaja ingin mempermalukannya. "Ngapain berdiri di sini?" Suara itu membuat Nindy berbalik. "Pak, kenapa semua karyawan ikut rapat?!" Nindy bertanya dengan panik. "Karena ini rapat penting," jawab Raka santai. "Saya

