Mata Renata terbelalak mendengar kalimat yang keluar dari mulut Nick. Apa yang bisa dia lakukan selain tertawa geli. “Kau menantangku? Kau tidak salah orang, Nick? Aku adalah wanita yang tidak muda lagi. Aku memang yang terbaik untuk menarik perhatian kaum pria, tapi menerima tawaranmu? Menggelikan.” “Apa salahnya. Dia adalah lelaki dingin dan sedikit kejam. Tapi aku yakin kau bisa membuatnya jinak. Bukankah kau wanita hebat?” “Lupakan. Aku sama sekali tidak tertarik. Tidak perlu kau jelaskan-pun aku tahu seperti apa lelaki yang menjadi rekan kerjamu. Dingin tapi buas, kalau boleh aku katakan,” jawab Renata ketus. “Jadi kau sudah mengenalku, padahal kita belum lama menjalin kerja sama. Menyenangkan bisa berbisnis denganmu Renata,” ucap Nick terkekeh. “Mungkin k

