Suara sapaan dari seorang lelaki berkulit putih membuat Nick berdiri dengan cepat sementara Renata yang membelakanginya tidak terlalu terburu-buru. Dia justru memandang Nick curiga. “Selamat sore Tuan Maliq. Ternyata Anda benar-benar datang. Silahkan duduk dan kenalkan teman kencanku kali ini adalah seorang wanita yang sangat special,” kata Nick membalas sapaan Geoffrey. Perlahan-lahan Renata berdiri dari duduknya. Wajahnya dengan jelas memperlihatkan kejengkelan dan kemarahannya karena mengira Nick sengaja mengundang orang lain sementara dia sudah meminta waktunya untuk bicara tentang Elena. “Dan terus terang aku tidak mengerti mengapa Nick harus mengundang orang lain untu….” Semua kata-kata yang akan diucapkan Renata menghilang begitu juga dengan suaranya yang ber

