Hari Minggu ini David dan Liona berencana untuk mendatangi rumah Jenny. David sudah menceritakan semuanya pada Liona sebelum melaksanakan ujian nasional. Sempat Liona mengurung diri di kamar. Dengan segala cara David berusaha membujuk perempuan itu. Bahkan dia rela melakukan apapun. "Aku nggak siap, deh. Takut, nanti kalau Kak Jenny ngusir gimana?" Liona sedari tadi mondar-mandir tidak jelas di dalam kamar. David menatap Liona jengah. Sudah setengah jam lamanya perempuan itu tidak berhenti. Mulutnya selalu menanyakan pertanyaan yang sama. "Mau berangkat kapan?" tanya David berusaha sabar. "Sekarang, tapi takut," cicit Liona. Dia duduk di samping David yang telah siap sedari tadi. Tangannya mengelus perut sambil melirik David di sampingnya. "Gue tinggal," putus David dan bangkit un

