Hari Senin ini Liona sendiri di rumah. Sejak bangun tidur perutnya terasa sakit, tetapi dia tidak memberitahu David. Takut kalau laki-laki itu tidak jadi berangkat kuliah. Dia mencoba untuk melakukan kegiatan yang bisa menghilangkan rasa sakit itu. Seperti menyiram tanaman, mencuci baju menggunakan mesin cuci, bahkan juga berjalan mengelilingi rumah. Namun, tetap saja perutnya masih sakit bahkan malah lebih sakit dari yang tadi pagi. Liona sudah tidak kuat lagi. Dia berhenti berjalan dan duduk di sofa ruang keluarga. Tangannya mengelus perut dan pinggangnya. Pegal sekali rasanya. Sesekali wajahnya meringis kesakitan. Tiba-tiba saja dia merasa ada carian yang mengalir melalui kakinya. Sontak wajahnya langsung pucat. Dari arah pintu masuk ada suara ketukan. Ketukan itu tambah keras saat L

