Dengan lahap Liona memakan makanan yang sempat David bawakan untuknya sebelum laki-laki itu turun untuk mengamati kinerja pegawainya. Suasana kafé cukup ramai, mungkin karena sedang weekend sehingga banyak remaja seumuran dirinya yang sedang berkumpul dan bersenda gurau di tempat itu. Liona memperhatikan aktivitas David dari lantai atas yang sengaja dibatasi dengan kaca tebal. Belum sepenuhnya lulus sekolah, laki-laki itu sudah bisa merintis bisnis bersama teman-temannya. Terlihat David berjalan ke arah tangga naik, berniat menghampiri Liona. Dengan santai perempuan itu melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda. Dia dapat merasakan David sedang duduk di samping tubuhnya. Merasa kenyang dia menyudahi kegiatan makannya. Di senderkan tubuhnya pada sofa. Matanya terpejam sebentar. "Ken

