Extra Part

981 Kata

"Huaa ... ndak mau! Lan ndak mau!" teriak anak batita sambil menghentakkan kaki di atas lantai. "Mau Mama gendong?" Etlan menggeleng dengan tegas masih sambil menangis sesenggukan. Dia masih bertahan pada posisinya duduk di atas lantai dengan kaki diluruskan. "Masuk dulu, di dalam ada Kak Ara sama Vava, lho." Bukannya tenang, Etlan malah semakin menjadi. Dia bahkan sudah melepas sepatu yang terpasang rapi di kakinya. Setelah melepaskannya, batita itu langsung membuangnya sembarangan. Dia kembali menangis keras. "Ate ada di dalam, nanti minta beliin es krim mau?" "Ndak mau ... hiks ... Mama. Mau pulang, ndak suka sini." Liona menghembuskan napas lelah. Sudah lebih dari setengah jam dia membujuk anaknya, tetapi hasilnya tetap sama. Etlan tidak ingin masuk ke rumah. Memang sejak tadi b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN