Mobil perlahan keluar dari kawasan apartemen milik David. Laki-laki itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Liona terlihat sedang membenarkan letak gaunnya. Tidak terlalu berlebihan, hanya dress selutut berwarna biru tua tanpa motif dengan rambut digerai dan sedikit polesan make up tipis. Liona merasa tidak nyaman dengan dress-nya sejak keluar dari apartemen. Mungkin efek perutnya yang mulai besar membuat dress-nya kekecilan, tetapi itu masih bisa diatur. David melirik Liona yang sedari tadi tidak bisa diam di tempat, "Kenapa?" "Enggak apa-apa, cuman kurang nyaman aja." "Kalau enggak nyaman kenapa dipakai? Ada yang lain, kan?" "Ada. Eh, nanti jangan lupa beli apa gitu buat dikasih ke Mama." Liona mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan. "Mampir ke toko buah sama beli

