Daisy

260 Kata
Perkenalkan, namaku Daisy Carolina Walter. Aku akan menceritakan kisah hidupku, terutama kisah cintaku dimulai dari pria yang seharusnya menjadi cinta pertama bagiku yaitu ayahku. Dia tidak pernah benar-benar hadir dalam hidupku, menurut cerita ibuku, ayah gugur di medan perang dan dia adalah pahlawan nasional negara kami Sovernia. Semenjak ayah gugur di medan perang, ibu memutuskan untuk meninggalkan kota Sovernia dan tentu saja membawaku. Wanita hebat seperti ibuku memilih membangun dan membesarkan diriku di panti asuhan yang dia dirikan. Kata ibu, panti asuhan bernama Rumah Kasih itu dia bangun karena banyak anak-anak seumuranku harus kehilangan orangtua mereka dan hidup dengan tidak baik. Hati ibuku benar-benar mulia, aku dibesarkan oleh perempuan berhati mulia seperti ibu. Aku dibesarkan dengan penuh kasih sayang dari seorang ibu dan juga para pengurus panti asuhan, bermain bersama-sama anak-anak panti asuhan dimana mereka bukan hanya teman tetapi juga keluargaku. Sayangnya, kasih sayang ibu harus berakhir saat usiaku menginjak usia enam belas tahun. Akhirnya aku menjadi anak yatim piatu, tidak memiliki ayah maupun ibu. Ibu meninggalkan diriku setelah berjuang melawan penyakit yang dia sembunyikan dariku, mungkin saja dia mendirikan panti ini karena dia tidak ingin aku sendirian berada di dunia ini dan aku memiliki banyak teman yang bernasib sama denganku, nasib tidak memiliki orang tua. Aku bisa menerimanya. Aku bisa menerima kepergian ibu dengan baik walaupun air mata terus berlinang, mengalir dengan deras tanpa bisa kutahan saat menggenang di pelupuk mataku. Aku bisa menerima kepergian ibu dengan lapang d**a, karena di panti asuhan ini aku tidak sendirian. Aku memiliki banyak saudara dan juga para pengurus panti, mereka adalah keluargaku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN